Manusia itu.... http://www.smileycodes.info

10:35 pm


seorang temen yang super duper galau beberapa hari yang lalu nelpon aku. Minta pengarahan untuk hidupnya yang ‘katanya’ sungguh sangat absurb. Aku speechless. Diam tanpa kata. Mendadak mikir, loh etisnya itu dia yang aku mintai pengarahan. Secara dia kan mahasiswa psikologi yang ‘seharusnya’ dapat menyelesaikan masalah.
Tapi kemudian aku mulai nyadar. Sebijak-bijaknya seorang psikolog menyelesaikan masalah orang lain, sungguh dia enggak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Istilahnya, butuh cermin untuk mengetahui “ini bener ga yaa?” “ini boleh aku lakukan gak ya?” “kira-kira nyinggung perasaan orang gak ya?”
contoh lain, sejago-jagonya seorang pengacara, jika dirinya tersangkut sebuah masalah dia juga pasti akan membutuhkan pengacara lain. Ga munafik, jujur aja dia pasti enggak bisa nyelesein masalahnya sendiri. Butuh cermin!!
Intinya, kita ini (red: manusia) mahluk sosial (homo socius), mahluk yang hidupnya berkelompok, membutuhkan orang lain. BOHONG BESAR kalau ada yang bilang, “aku bisa kok hidup tanpa orang lain” orang yang ngomong gini sombong bener ye, sok paling hebat aja. ckck
Oke, kembali ke topik utama. Kok malah ngelantur kemana-mana gini sik.
nah temen aku nih cerita tentang kekesalannya terhadap sifat dan sikap seseorang. Dia ga habis mikir, “kok ada sih orang kaya gitu cak? Aku aja enggak tega loh kalo sampai ngelakuin seperti yang dia buat” aku yang dengerin hanya senyum-senyum sendiri, sedangkan dia diseberang telepon udah emosi luar biasa. Sampai akhirnya dia nyadar, kalo aku ketawa-ketawa ngedengerin ceritanya. Gantian deh dia malah emosi sama aku HAHA.
yaudah sih, aku bilang gini sama dia “begini ya.. gunanya kau belajar ilmu psikologi buat apa sih? Mempelajari setiap sifat manusia kan. Enggak semua manusia itu sifatnya sama, makanya perlu dipelajari. Kalo misalnya, semua orang itu kayak kau yang enggak tegaan. Wah bakalan enggak terjadi komunikasi dong. Semuanya mikir ‘ah, aku ga mau nyakitin hati dia’ bakal ga akan nemu kesalahan itu dimana. Berpikir positif aja, jangan doktrin otakmu dengan pemikiran-pemikiran yang tak pantas untuk kau pikirin. Malah bikin dirimu nyesek kan? Udah, yang penting sekarang lakukan apa yang menurutmu baik. Gausah peduliin kata orang, ini dirimu ini hidup mu. Cuma kau yang tahu apa yang terjadi sebenarnya kan, be patient”
tiba-tiba aku merasa amazing dengan diri sendiri (sombong.red). seorang icak barusan ngomong kayak gitu? Setan apa yang merasuki mu ca? tumben bijak #abaikan mendadak terlintas pemikiran ekstrem di otak aku, eh kalo aku jadi psikolog cocok juga yaah.. dokter yang pekerjaannya mirip-mirip psikolog apa yaa *mutar otak* binggo! Dokter Sp.Kj kaan ada hubungannya dengan dunia psikologi, yap Sp.KJ, Spesialis KEDOKTERAN JIWA *nelen ludah* *tiduran direl*
beberapa menit diem-dieman, akhirnya si kawan ngerespon balik “eh iya juga ya ca. bener kata kau, ngapain sih rempong mikirin kata orang. Kalo kita emang ga kaya gitu, harusnya gausah panik ya. Haha akunya aja nih panikan orangnya”

Akhir-akhir ini memang banyak yang buat aku belajar menyingkapi segalanya dengan bijak. Mungkin itu kali ya yang buat aku agak ‘sok bijak’ sekarang. Tapi apapun itu yang terjadi dimasa lalu, sekarang atau pun esok hari ku pastikan aku akan selalu tetap berdiri. Ga peduli apa kata orang, ga peduli apa kata mereka yang belum kenal aku. Karna ini hidup ku, aku yang menjalaninya dan aku tahu apa yang terbaik untuk diriku sendiri. Seperti lirik lagu “….cacian lo gue cuci dengan senyuman prestasi. Tak pernah ku malu dengan cibiran mu, ku jadikan motivasi untuk maju” (Smash – Senyum Semangat) http://www.smileycodes.infolalalaa~ menjadi cuek itu menyenangkan bukan? B) see you.

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe