Tentang Hujan

4:49 pm

su

...
Aku selalu bahagia saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu untukku sendiri

Selalu ada cerita,tersimpan dihatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita yang mengalir seperti air

Aku bisa tersenyum sepanjang hari
Karna hujan pernah menahanmu disini untukku 
(Hujan - Utopia)

beberapa hari ini kegiatan ku benar-benar terbatasi! enggak di Medan enggak di Pekanbaru, hujan tetap jadi trendsetter nomor 1 dideretan alasan batalnya kegiatan ku sepanjang bulan Desember. oh nyeseknya .
ya sebenarnya enggak ada yang salah atas hujan. emang udah jadwalnya turun bulan Desember kali ya, hmm atau emang bulan Desember kali ini betul-betul bulan paling menyedihkan? makanya langit tak henti-hentinya menangis meneteskan air hujan? pertanyaan macam apa ini?!!
sebenarnya aku suka hujan loh, suka sekali. tapi kalau hujan menghalangi rencana kegiatan ku, ya aku ga suka lagi! please hujan, ada hal yang ingin ku lakukan sebelum aku kembali ke Medan. please jangan menangis dulu beberapa hari ini ya langit, please  
hmm sebenarnya bukan masalah batalnya kegiatan itu yang mau aku bahas disini. Ada hal yang selalu bikin aku merinding setiap hujan datang, ya hal. hal itu ku sebut dengan rindu *ciyeee rindu*
Setiap hujan datang, aku ngerasa kalo tingkat kerinduan ku terhadap seseorang meningkat drastis. Kalian ngerasa gak sih? atau cuman aku aja yang ngerasa? hmm. Ya jujur ku katakan, ada seseorang yang aku rindukan, rindu kali pun asal dia tau aja *sayang dia gak tau dan takkan pernah mau tau*   Aku gak tau harus gimana lagi kalo udah merindukan dia. Segala hal bisa ku lakukan, walaupun dia tidak peduli. Kadang aku sadar sangat bodoh dengan sikap konyolku seperti ini. Aku ah, aku rindu kau bodoh! 
Dulu, segala hal aku lakukan bersama dia dibawah hujan. Segala hal, dia pasti tau itu. Sampai pernah aku bilang, "ngerasa gak sih, setiap kita lagi sama-sama, pasti ada hujan" Perasaanku bilang, jika hujan datang itu artinya dia merindukan ku juga. Sumpah ini perasaan paling sok diantara perasaan ku yang lainnya. Merasa dirindukan juga, padahal TIDAK SAMA SEKALI. 
Kalau dia lebih teliti lagi, awal pertemuan kami waktu itu juga diawali dengan hujan. Aku ingat, sangat ingat. Aku memang akan lebih peka pada hal-hal yang berhubungan dengan dia, sekecil apapun itu. Bahkan sampai sekarang, aku masih ingat dengan kata-kata yang diucapkannya pertama kali kepadaku, "...pacar yang ngomen status ku ini". Kata-kata yang dilontarkannya melalui komenan status facebook yang sekarang masih terpampang manis di profil facebook ku. Kemudian semuanya berjalan persis seperti hujan, mengalir tanpa ada paksaan. Hingga akhirnya aku merindukannya setiap detik, setiap waktu dan semakin meningkat drastis ketika hujan turun. Sampai sekarang, aku masih belum mengerti bagaimana dia bisa melakukannya semudah itu. Menyapaku dan lalu membuatku rindu.
Dia, seseorang yang mungkin tidak terlalu istimewa. Tapi aku suka dia, suka dengan caranya menciptakan cerita hingga aku tak mampu menyingkirkan rasa rindu ini
"Hujan datang. Apa kamu juga tiba-tiba saja merindukanku seperti yang kulakukan sekarang?"
"Aku mengirimkan semua rinduku pada hujan di luar sana. Apa kamu bisa merasakannya?"
Bukan aku gila atau semacamnya. Berbicara pada hujan, menceritakan tentang dia. Memang begitulah caraku mencintainya. Aku rindu, tapi takkan ku katakan. Sebab lebih menyakitkan juga mengatakan rindu ini kepadanya, tapi dia tidak melakukan hal yang sama. Biarlah aku begini, menyimpannya, menahannya. Jika dia tau, tolong jangan protes, dan jangan menghancurkan hatiku lagi . Bukankah merindukan seseorang itu tidak dilarang? Selagi aku tidak mengganggunya, selagi aku tak menyentuh kehidupannya, biarkanlah aku begini. Memperhatikannya, bisa sedikit menghapus rinduku. Ya, aku lebih suka seperti ini. Berlama-lama memperhatikannya dari jauh. Kalau beruntung, mungkin aku bisa mendekatkan diri dan mendengar suaranya. Itu kalau beruntung.

Memang, aku bisa saja berteriak-teriak di sekitarnya untuk mencari perhatiannya. Tapi tidak. Aku tidak akan melakukannya.Aku sudah bilang bukan, aku tidak akan mencari perhatian dia? Aku lebih suka seperti ini. Memperhatikannya sembunyi-sembunyi. Seandainya dia tau, aku ingin berlama-lama memandangi dia tertawa atau berdebar-debar ketika matanya berkilauan terkena matahari atau lampu kota. Aku tidak bisa bohong tentang itu. Aku benar-benar ingin sekali melakukan banyak hal dengan dia.
Kalau ada yang bertanya apa aku tidak lelah seperti ini? Jawabannya, tentu saja aku lelah sekali. jangan khawatir. Nanti juga aku pasti berhenti melakukan ini. Tapi nanti ya, nanti. Sebentar lagi. Sampai nanti aku bisa merindukan orang lain, menulis cerita tentang orang lain. Bukan tentang dia lagi.

Inilah ceritaku tentang dia, hujan, dan rinduku. Aku takkan pernah berharap dia akan tau tentang semua ini. Cukup memperhatikannya, itu sudah lebih menghibur dari hiburan manapun.


You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe