RINDU

12:31 pm

Seharusnya rindu itu tak begini. Bukan untuk menggores ruam di hepar sendiri atau membangun inflamasi di encephalon berkali-kali.

Seharusnya rindu itu tak begini. Twilight state dimalam hari, merasa dejavu berkali-kali, dan nyaris euthanasia diri sendiri.

Seharusnya rindu itu tak begini. Hipotimia kronis, anhedonia kronis, atau compos mentis kronis disaat waktu sudah menuju pagi.

Seharusnya rindu itu tak begini. Dia bukan Mycobacterium tuberculosis, yang berdiam jinak dalam waktu tertentu tapi menyerang disaat autoimun melemah. 

Namun, 


Seharusnya rindu itu begini. Berpedoman pada primum non nocere, asas tidak merugikan.

Seharusnya rindu itu begini. Seperti cadaver, menjadi lebih berani disaat pratikum anatomi dimalam hari. 

Begitu lah sekilas tentang rindu. Ibarat akne vulgaris. Bermula dari komedo - papula - pustula - krista - tumor. Bermula dari hal kecil, sedang, besar dan semakin besar jika rindu itu dibiarkan.

Rindu, kamu.

You Might Also Like

2 comments

  1. rindumu beratatt bangett cak..!! :D

    ReplyDelete
  2. iyaaa. semakin berat ketika dia yang dirindukan tidak merasakan hal yang sama hahak

    ReplyDelete

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe