Mungkin Kau Sudah Melupakan Karakter Ku

11:45 am

Hei, kau percaya dengan kata-kata ku? Bodoh. 
Bukannya sudah ku bilang, jangan terlalu percaya kata-kata ku? Apakah kau sudah melupakannya? Keterlaluan.
Hei, jika aku mengatakan "jangan kembali" itu artinya aku menginginkan mu kembali. Bodoh. 
Kalimat itu hanya ku lontarkan untuk menutupi betapa aku sangat merindukan mu. Aku hanya tak ingin kau tahu, bahwa kau memang benar satu-satunya orang yang menyita pikiranku. Bahkan disaat aku sangat sibuk pun. Masih tetap kau yang aku pikirkan. 
Sekarang yang bodoh itu siapa? Aku? Atau kau yang memang terlalu datar untuk memahami segala kode-kode rinduku? Seharusnya kau lebih sedikit cerdas, bukannya kau sudah tau dari awal aku memang orang seperti ini? Atau kau sudah mulai melupakan karakter ku? Bodoh. 
Jangan menertawakan kebodohan mu. Karna aku suka sifat idiot mu itu. Jangan menangisi kekurangpekaan hatimu. Sungguh aku pun mencintai kelemahan mu itu. Intinya, segala hal yang kau lakukan sungguh aku mencintainya. Kebodohan mu. Kekurangpekaan mu. Itu yang membuat ku rindu.
Mungkin ini untuk kesekian kalinya aku mengatakan rindu. Ntah kau mengerti, ntah tidak, ntah hanya pura-pura tidak mengerti. Aku tidak tau. Karna memang aku sulit membaca mu, tidak seperti dahulu. 
Maaf. Mungkin aku terlalu banyak menuntut. Ingin kau seperti ini, dan ingin kau seperti itu. Menurut keinginan hatiku. Maafkan, aku memang seperti ini. Dan kau sudah tahu itu kan? Atau kau mungkin sudah melupakan karakter ku? Hmm entahlah. 

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe