Defenisi Bahagia

3:03 pm

Prinsipnya sih, "bahagia kalo dia bahagia".
Tapi apa masih bisa bahagia kalau liat dia mencintai dan menyayangi orang lain? Dypsnea juga kan? Tremor? Loh katanya prinsip, gimana sih??!
Sebenarnya defenisi bahagia itu apa?
Sebagian orang atau hmm kebanyakan sih bilang, "kalau dia senyum, aku senyum juga. Walaupun senyum itu tak lagi untuk ku" Bahagiakah kamu dengan keadaan seperti ini? Yakin bahagia seutuhnya? Atau pura-pura bahagia?

Dulu atau mungkin sampai saat ini, aku masih memegang erat prinsip ini, "bahagia kalau dia bahagia".
Tapi semakin ngejalanin kedepannya, kok tidak ku temukan kebahagiaan itu ya.
Yang ada malah dypsnea dan sakit kepala. Terlebih-lebih kalau sudah liat dia bersama orang yang sangat dicintainya.
Dypsnea akut.
Dan saat itu juga aku mulai sadar kalo prinsip seperti ini, KUNO. BULLSHIT.
Kemudian mulai menanyai diri sendiri, "haruskah kita bahagia saat dia bahagia?" 

Defenisi kebahagiaan ku itu seperti ini, "Aku bahagia. Dia bahagia. Kami bahagia karna 'kami' " bukan karna orang lain atau siapapun. Tapi karna kami.
Tidak ada yang lebih bahagia dari senyum orang yang kita sayangi, terlebih-lebih kalau kita tahu bahwa kitalah yang menjadi alasan mereka untuk tersenyum. Bahagia bukan?
 Kedengarannya egois kah? Aku rasa ini bukan keegoisan, inilah yang kusebut dengan istilah kebahagiaan. Adakah dari antara kamu ingin orang yang dicintai tersenyum karna orang lain? Tiada satupun yang sungguh-sungguh ingin.
Tapi kemudian aku kembali sadar. Defenisi bahagia seperti ini masih belum memenuhi standar kebahagiaan, menurutku. Ketika tidak ada kata 'kami' disana, haruskah tidak ada juga kata 'bahagia'? Dan kemudian, prinsip seperti ini aku tinggalkan.
Sebuah kebahagiaan seharusnya tidak menjadikan mu ketergantungan terhadap orang lain. Sebab, kebahagiaan itu ada didalam diri kita sendiri.
Tidak sepantasnya kamu menjadikan orang lain sebagai syarat kebahagiaan mu.
Tidak sepantasnya pula kamu menyalahkan orang lain atas kesakitan mu.
Bahagia itu tidak ada dalam diri dia, dia, dia dan juga mereka. Bahagia itu ada didalam dirimu sendiri. Diri kita.
Bahagia itu kita sendiri yang nyiptain. Bahagia akan tercipta jika kau memang mengizinkan kebahagiaan itu datang.
Hmm yah mungkin aku sudah menemukan defenisi bahagia sekarang.
Mungkin.

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe