Jika Kita Bertemu Lagi

4:20 pm



Sejenak berandai-andai. 


Jika nanti aku bertemu dengan mu lagi. Mungkin saja kita bertemu saat kau sedang membaca sebuah buku di bilik filsafat manusia Gramedia atau saat aku sedang menunggu pasien di salah satu ruang praktek yang ternyata tanpa di duga pasien itu adalah kau. Apa yang akan kau katakan pertama kali dan apa yang akan ku lakukan?
Mungkin kita saling menebak-nebak, siapa yang pertama sekali akan menyapa ataupun tersenyum. Mulai berhalusinasi tentang hal-hal yang sudah kita rencanakan sebelumnya, jika suatu hari nanti kita bertemu dengan sengaja ataupun tidak disengaja. Apa yang akan kau lakukan?
Sudah tentu yang pertama kali ku lakukan adalah, tersenyum. Jika nanti senyum ku terlihat kaku dan tidak tulus, itu bukan karna aku membenci mu tapi karna begitu kaget melihat wajah ganteng mu berada nyata di depan ku.
Lalu aku akan mencoba menyapa mu, menyebut nama mu untuk pertama kalinya setelah sekian lama kita tidak bertatap muka. Jika nanti suara ku terdengar bergetar, itu karna aku takut salah mengeja nama mu. Aku terlalu berhati-hati agar tidak merusak hati mu sekali lagi. Harus berhati-hati.
Selanjutnya kan ku beranikan diri untuk menanyakan kabar mu. Kau akan melihat sorot mata ku nanar dan tangan ku yang gemetar saat menanyakan hal ini. Itu semua semata-mata karna aku ingin sekali memeluk mu, bersandar di dada bidang itu untuk waktu yang lama sekali. Ingin menangis, tidak tahu harus menangis bahagia karna menemukan mu atau menangis pilu karna kau tidak merasakan hal yang sama dengan apa yang ku rasakan. Kau juga akan mendengar ku mengatakan kalimat seperti ini, "Hei, sekarang makin gendut aja ya".  Itu hanya sekedar basa-basi agar rindu dan semua perasaan ku tidak terlihat sangat jelas di pelupuk mata mu.
Aku tidak ingin kau tahu kalau aku masih begitu sangat mau menggenggam tangan mu, menatap mata mu dan menghirup aroma parfum maskulin mu berlama-lama. Aku takut. Aku takut menghancurkan hati mu sekali lagi.
Lalu akhirnya kita berpisah lagi, kau menuju kehidupan mu dan aku menuju lembaran-lembaran kertas yang di tulis untuk menceritakan mu. Aku mulai merindukan mu lagi. Mulai menghitung hari, kapan lagi kita bisa bertemu.

Bagaimana dengan mu? Apa yang akan kau lakukan jika suatu hari nanti kita bertemu? 

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe