Holiday yeay!

2:41 pm

Semoga ini belum terlambat untuk menceritakan perjalanan keliling Tobasa – Bonapasogit tanggal 27 Desember sampai 30 Desember 2012 kemarin. Perjalanan kemarin lumayan juga sih, bisa mengalihkan pikiran. Tapi yang namanya pikiran pasti tetap saja kepikiran, padahal sudah sibuk dan lagi senang-senangnya liburan kan *abaikan

Pada postingan kali ini aku juga mau bilang super thankyou buat mama yang udah mau nombokin Canon EOS 1100D ku hehe. Jadinya liburan kali ini tidak waste memories lagi. Beberapa foto dibawah ini aku ambil menggunakan Canon EOS Rebel T3/1100D dengan autofocus (kebanyakan) dan keahlian seorang awam. Megang 1100D aja aku masih takut-takut, maklum masih newbie jadinya overprotektif. Sama kan kaya orang yang baru in relationship, masih hangat-hangatnya. Ya begitulah aku sama Canon EOS 1100D mhihi :”>


Beberapa foto dibawah ini aku yang ambil. Kebanyakan yang megang dan ngejepret itu sih Alda. Aku lebih suka difoto daripada motoin orang. Lah, jadi apa gunanya punya Canon 1100D? 
Diatas segala kesadaran dan kegilaan yang membabi buta, saya resmi memposting foto-foto pribadi ini. Huahahaha. Let's time traveler! :D

28 Desember 2012

Sebenarnya kami; keluarga besar Opung Rommana, berangkat dari Medan ke daerah Toba sekitar jam 1 pagi -- mengingat sudah akhir tahun, ditakutkan ada macet dan kebetulan pula bertepatan dengan pesta danau toba. Dalam keadaan ngantuk kami pindah dari atas kasur kedalam mobil.Dalam liburan kali ini tidak ada kehadiran Papa, because Papa belum dapat cuti tanggal 28 Desember. Doi baru cuti tanggal 30 Desember.. Kurang lengkap sebenarnya liburan kali ini.
Keterangan yang terdapat dibawah setiap foto tidak akurat. Aku lama nyadarnya kalau waktu di kamera terlambat satu hari dari waktu yang sebenarnya. Jadinya agak maklum yaa huehue. Abaikan aja.

Foto pertama ini diambil di Penatapan Parapat. Bagi yang udah pernah ke Danau Toba pasti tau.
Apa itu 'penatapan' ? Penatapan adalah semacam tempat memandang. Dari sini kita bisa melihat Danau Toba. Penatapan ini terdapat di sepanjang jalan menuju Danau Toba, bentuknya semacam joglo. Biasanya orang yang dari Medan atau daerah lain akan beristirahat disini sambil melihat-lihat Danau Toba.


Brrr sumpah dingin gilak disini!


Setelah dari Parapat, kami melaju ke Tarutung, Tapanuli Utara. Objek wisata pertama yang kami temukan adalah Pemakaman Dr. IL. Nommensen. Makam ini terletak di Sigumpar, lengkapnya aku lupa. Dr IL Nommensen ini adalah seorang pahlawan Kristiani dari Jerman yang memperjuangkan agama kristen di tanah batak. Dulu jauh-jauh sebelumnya, orang batak menganut agama batak. Semacam aliran animisme dan dinamisme gitu. Banyak terjadi pertentangan dan beberapa kali terjadi percobaan pembunuhan terhadap Dr IL Nommensen. Dengan perjuangan yang luar biasa, akhirnya Dr IL Nommensen berhasil membawa orang batak menganut Kristiani.





Selanjutnya kami menuju Objek Wisata Mual Sirambe. Objek wisata ini sebenarnya semacam mata air. Banyak masyarakat sekitar yang bergantung pada mata air ini. Airnya jernih dan pasirnya putih. Asli keren! Hanya saja tidak memungkinkan untuk mandi-mandi disini. Tempatnya kurang luas. Kalau kata opung sih, dulu tahun 1969 (aku belum lahir >.<) tempat ini hanya sebesar 2 x 2 meter.





My favorite place! Huta Ginjang.
Tujuannya sama seperti panatapan parapat. Hanya saja perbedaannya, dari sini kita melihat Danau Toba dari atas bukit. Buat yang hobi fotografi wajib kesini deh. Keren banget.




   
 29 Desember 2012



HKBP ini terletak di Desa Pansur Napitu, Tarutung, Tapanuli Utara. Bentuk dan isi didalamnya tidak berbeda jauh dengan Gereja HKBP pada umumnya. Namun di depan HKBP ini terdapat makam Pdt. Peter Johansen. Siapa dia? Dia ini adalah seorang Pendeta dari Jerman yang mengalihbahasakan alkitab berbahasa asing kedalam bahasa batak. Jadi Bible bahasa batak yang selama ini sering dibawa amang dan inang ke gereja itu, ya beliau ini yang translate. Keren



Masih dihari dan kota yang sama.
Liang boru Natumandi Hutabarat ini adalahsemacam situs bersejarah legenda masyarakat setempat. Ceritanya, dulu ada seorang gadis boru Hutabarat yang cantik sekali. Sangkin cantiknya, raja; ayahnya, mengadakan sayembara untuk mencari suami sang putri. Kurang jelas juga sayembaranya apa, yang pasti boru Hutabarat ini tidak mau dijodohkan dengan siapapun karna dia sudah memiliki seorang kekasih hati. Kekasihnya ini seorang pemuda tampan marga Simangunsong dari Balige. Namun kisah cinta mereka tidak direstui karna si Simangunsong bukanlah manusia, dia adalah siluman ular yang berubah menjadi manusia untuk memikat sang putri Hutabarat. Karna tidak direstui, si Simangunsong membangun sebuah liang bawah tanah. Menurut masyarakat setempat, kedua sejoli ini kerap kali bertemu secara diam-diam di liang ini. Katanya lagi, liang ini bisa nembus ke Balige. Padahal jarak antara Tarutung - Balige itu sekitar 50km, memakan waktu 1 jam lewat darat *wow* Saat hari pernikahan sang putri dengan lelaki idaman ayahnya, si Simangunsong membawanya kawin lari. Mereka melalui liang ini menuju Balige, tentu saja berubah menjadi ular dulu. Kemarin aku sempat juga bertanya pada adik-adik penduduk disekitar sana, katanya memang benar liang ini bisa nembus ke Balige. Hanya saja ketika gempa mengguncang Tarutung, batu-batu padas disekitar liang menutup hampir seluruh liang. Cerita tentang boru Natumandi Hutabarat ini berbeda-beda. Opung aja punya ceritanya sendiri. Jadi sulit menentukan mana yang cerita sebenarnya, mana yang hanya dicipta-ciptakan oleh pihak tertentu.
Akibat cerita ini, konon katanya jika ada seorang bayi baru lahir boru Hutabarat yang memiliki wajah sangat cantik, diramalkan dia akan menikah dengan siluman ular. Maka dari itu, dibuat sedikit cacat pada bayi Hutabarat yang sangat cantik. Horor ih.

  
 
Penutupan journey di habiskan di Pemandian Air Soda, Desa Parbubu, Tapanuli Utara. Tempat ini semacam kolam sprite raksasa yang berada di tengah sawah. Suasananya adem, namun tetap saja bikin kulit belang kalau lama-lama berenang disini. Setiap hari tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Ayo kunjungi, gak bakal nyesel deh. Tapi buat yang gak bisa berenang kaya aku, ga usah sok jago buat berenang ketengah ya. Ini tempat dalamnya hampir 2 meter geng! Take care. Oh iya, satu lagi jangan berenang menggunakan kain berwarna putih. Keluar dari kolam ini baju putih bersih mu akan berubah warna jadi coklat kusam.



Akhir cerita aku cuma mau bilang, 


"Mau liburan kemanapun kalau bareng keluarga, itu bakal jadi momen yang treasure banget! Gak perlu jalan-jalan ke Eropa atau negara dingin lainnya, keliling Tobasa - Tapanuli gak kalah asik kok. Hal-hal yang dihabiskan bareng orang-orang yang kamu sayangi tidak akan menjadi hal-hal yang mudah buat dilupain. Trust me, it's facts" 

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe