:)

11:01 pm

Entah kenapa akhir-akhir ini saya begitu merindukan kamu. Lalu berharap agar kamu mengirim chat facebook atau sms lucu ke handphone saya seperti beberapa waktu yang lalu. Namun hasilnya nihil.
Malam ini secara tidak sengaja saya membacai pesan inbox kita dulu. Dulu sekali, sudah lama, saat saya masih begitu belia untuk mengetahui bahwa kamu memiliki perasaan yang lebih terhadap saya. Kamu tahu? Jujur saya kangen, sangat kangen malah. Mungkin jika kamu datang sekarang, saya akan lebih siap untuk menangkap semua perhatian mu. Serta lebih matang untuk mengerti bahwa kamu benar begitu peduli.
Namun ternyata, perasaan manusia memang tidak bisa ditahan ataupun dihalangi kedatangannya ya. Dia tidak peduli apakah si empunya perasaan dan si target perasaan sudah siap menerima atau belum. Perasaan tercipta dan tak ada satupun yang bisa menahannya. Seperti perasaan mu, dulu, terhadap saya.
Setahun belakangan ini saya selalu merasa menyesal, menyesal kenapa dengan mudahnya saya melepaskan kamu. Membiarkan mu pergi, membiarkan mu menjauh. Namun ternyata walaupun sudah saya biarkan pergi, kamu selalu saja datang memberi perhatian, tidak berubah sama sekali.  Selalu sempat menanyakan kabar dan menyapa. Seperti kemarin, beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba dengan mudahnya kamu mengirim sebuah pesan singkat ke whatsapp saya. Jujur saya kaget, saya tidak tahu harus membalasnya dengan apa. Saya juga tidak ingin terlihat begitu senang karna mendapat pesan darimu. Saya harus bisa menutupi perasaan saya.
Bukan, saya tahu kamu bukan orang yang suka memberi harapan kosong pada orang lain. Saya tahu kamu bukan seperti itu, saya mengenal kamu dengan baik, dan kamu benar pria yang baik. Namun satu yang tidak saya tahu dari kamu, kamu pandai membuat saya menyesal karna sudah membiarkanmu pergi.
Saya tahu, kamu sudah bahagia dengan pilihan mu sekarang. Saya yakin dia wanita yang baik, karna pria baik seperti mu akan mendapat wanita yang baik pula. Selamat berbahagia ya. Semoga nanti dikehidupan yang lain, saya bisa berpikir bijak lagi. Bertindak dengan tepat, agar tidak menyia-nyiakan manusia baik seperti kamu.


"Although it hurts, I'll be the first to say that I was wrong. Oh, I know I'm probably much too late to try and apologize for my mistakes.But I just want you to know. Now my baby's dancing, but he's dancing with another woman.." (When I Was Your Man - Bruno Mars) 
*dengan perubahan seperlunya*


You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe