Malnutrisi II : Kwashiokor dan Marasmik - Kwashiokor

5:54 pm

Postingan sebelumnya, silakan klik ini --> Malnutrisi I : Marasmus 

6.1.2 Kwashiokor 



6.1.2.1 Definisi

   Kwashiokor adalah sindrom klinis yang diakibatkan dari defisiensi protein berat dan asupan kalori yang tidak adekuat dengan intake karbohidrat yang normal atau tinggi. Dibedakan dengan Marasmus yang disebabkan oleh intake dengan kualitas yang normal namun kurang dalam jumlah.

6.1.2.2 Etiologi 

   Penyebab terjadinya kwashiokor adalah inadekuatnya intake protein yang berlangsung kronis. Walaupun sebab utama penyakit ini adalah defisiensi protein, tetapi karena bahan makanan yang dimakan kurang mengandung nutrisi lainnya ditambah dengan konsumsi setempat yang berlainan, maka akan terdapat perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara. Selain oleh pengaruh negatif faktor sosial ekonomi, budaya yang berperan terhadap kejadian malnutrisi umumnya, keseimbangan nitrogen yang negatif dapat pula disebabkan oleh diare kronik, malabsorpsi protein, hilangnya protein melalui air kemih ( sindrom nefrotik ), infeksi menahun, luka bakar dan penyakit hati.

6.1.2.3 Patofisiologi
   Kurang kalori protein akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori, protein, atau keduanya tidak tercukupi oleh diet. Dalam keadaan kekurangan makanan, tubuh selalu berusaha untuk mempertahankan hidup dengan memenuhi kebutuhan pokok atau energi. Kemampuan tubuh untuk mempergunakan karbohidrat, protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan, karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar, sayangnya kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit, sehingga setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. Akibatnya katabolisme protein terjadi setelah beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan ginjal. Selama puasa jaringan lemak dipecah menjadi asam lemak, gliserol dan keton bodies. Otot dapat mempergunakan asam lemak dan keton bodies sebagai sumber energi kalau kekurangan makanan ini berjalan menahun. Tubuh akan mempertahankan diri jangan sampai memecah protein lagi seteah kira-kira kehilangan separuh dari tubuh.

6.1.2.4 Manifestasi Klinis 
- Tampak pucat, kurus, atrofi pada ekstremitas, adanya edema pedis dan pretibial serta asites. Muka penderita ada tanda moon face dari akibat terjadinya edema. Penampilan anak kwashiorkor seperti anak gemuk (sugar baby).




- Retardasi Pertumbuhan
- Perubahan mental, biasanya penderita akan kurang nafsu makan dan cengeng. Kesadaran juga bisa menurun dan anak menjadi pasif atau apatis.
- Edema yang bersifat pitting. 




- Rambut mudah dicabut dibagian temporal, tampak kusam, halus, kering dan tumbuhnya jarang. Juga tidak akan terasa sakit ketika dicabut. Keadaan seperti ini disebut juga signo de la bandera. 




- Crazy pavement dermatosis, merupakan suatu kelainan kulit dimana pada kulit terdapat bercak-bercak putih atau merah muda dengan tepi hitam ditemukan pada bagian tubuh yang sering mendapat tekanan. Hal ini terjadi karena kurangnya nicotinamide dan trytophan sehingga pada kulit mudah sekali terjadi radang.


- Kelainan gigi dan tulang
- Kelainan hati dan pankreas
- Kelainan saluran pencernaan
- Kelainan jantung
- Atrofi otot

6.1.2.5 Diagnosa
Anamnesis :
Keluhan yang sering ditemukan adalah pertumbuhan yang kurang, anak kurus, atau berat badannya kurang. Selain itu ada keluhan anak kurang/tidak mau makan, sering menderita sakit yang berulang atau timbulnya bengkak pada kedua kaki, kadang sampai seluruh tubuh.
Pemeriksaan Fisik :
1.Perubahan mental sampai apatis
2.Anemia
3.Perubahan warna dan tekstur rambut, mudah dicabut / rontok 
4.Gangguan sistem gastrointestinal
5.Pembesaran hati
6.Perubahan kulit (dermatosis)
7.Atrofi otot
8.Edema simetris pada kedua punggung kaki, dapat sampai seluruh tubuh
Pemeriksaan penunjang :
Darah lengkap, urin lengkap, feses lengkap, protein serum (albumin, globulin), elektrolit serum, transferin, feritin, profil lemak. Foto thorak, dan EKG.

6.1.2.6 Diagnosa Banding

Adanya edema serta ascites pada bentuk kwashiorkor perlu dibedakan dengan 4 :
1.Trauma
2.Sindroma nefrotik 
3.Payah jantung kongestif 

4.Pellagra infantil

6.1.2.7 Komplikasi 
Anak dengan kwashiorkor akan lebih mudah untuk terkena infeksi dikarenakan lemahnya sistem imun. Tinggi maksimal dan kemampuan potensial untuk tumbuh tidak akan pernah dapat dicapai oleh anak dengan riwayat kwashiorkor. Bukti secara statistik mengemukakan bahwa kwashiorkor yang terjadi pada awal kehidupan (bayi dan anak-anak) dapat menurunkan IQ secara permanen. Komplikasi lain yang dapat ditimbulkan dari kwashiorkor adalah :
1.Defisiensi zat besi
2.Hiperpigmentasi kulit
3.Edema anasarka
4.Imunitas menurun sehingga mudah infeksi
5.Diare karena terjadi atrofi epitel usus
6.Hipoglikemia, hipomagnesemia

Refeeding syndrome adalah salah satu komplikasi metabolik dari dukungan nutrisi pada pasien malnutrisi berat yang ditandai oleh hipofosfatemia,hipokalemia, dan hipomagnesemia. Hal ini terjadi sebagai akibat perubahan sumber energi utama metabolisme tubuh, dari lemak pada saat kelaparan menjadi karbonhidrat yang diberikan sebagai bagian dari dukungan nutrisi, sehingga terjadi peningkatan kadar insulin serta perpindahan elektrolit yang diperlukan untuk metabolism intraseluler. Secara klinis pasien dapat mengalami disritmia,gagal jantung, gagal napas akut, koma paralisis, nefropati, dan disfungsi hati. Oleh sebab itu dalam pemberian dukungan nutrisi pada pasien malnutrisi berat perlu diberikan secara bertahap.

6.1.2.8 Penatalaksanaan 
Penatalaksanaan kwashiorkor bervariasi tergantung pada beratnya kondisi anak. Keadaan shock memerlukan tindakan secepat mungkin dengan restorasi volume darah dan mengkontrol tekanan darah. Pada tahap awal, kalori diberikan dalam bentuk karbohidrat, gula sederhana, dan lemak. Protein diberikan setelah semua sumber kalori lain telah dapat memberikan tambahan energi. Vitamin dan mineral dapat juga diberikan.
Dikarenakan anak telah tidak mendapatkan makanan dalam jangka waktu yang lama, memberikan makanan per oral dapat menimbulkan masalah, khususnya apabila pemberian makanan dengan densitas kalori yang tinggi. Makanan harus diberikan secara bertahap/ perlahan. Banyak dari anak penderita malnutrisi menjadi intoleran terhadap susu (lactose intolerance) dan diperlukan untuk memberikan suplemen yang mengandung enzim lactase. Selain itu juga perlu diperhatikan pengobatan penyakit penyerta.

6.1.2.9 Prognosa 
Penanganan dini pada kasus-kasus kwashiorkor umumnya memberikan hasil yang baik. Penanganan yang terlambat (late stages) mungkin dapat memperbaiki status kesehatan anak secara umum, namun anak dapat mengalami gangguan fisik yang permanen dan gangguan intelektualnya. Kasus-kasus kwashiorkor yang tidak dilakukan penanganan atau penanganannya yang terlambat, akanmemberikan akibta yang fatal.

6.1.3 Marasmik - Kwashiokor 

Marasmus-kwashiorkor : terdapat tanda dan gejala klinis marasmus dan kwashiorkor secara bersamaan disertai edema yang tidak mencolok.

6.2 Kompetensi Dokter Umum Menangani Kasus Malnutrisi 

Kompetensi dokter umum dalam menangani kasus Malnutrisi seperti Marasmus, Kwashiokor, Marasmik - Kwashiokor dan Defisiensi Vitamin adalah 4. Tingkat kemampuan 4 adalah dimana Dokter dapat membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan (pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-Ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas.

6.3 Penyuluhan Kepada Orangtua Tentang Malnutrisi 
6.3.1    Pendidikan (penyuluhan) gizi melalui promosi kadarzi
6.3.2    Revitalisasi posyandu
6.3.3    Pemberian suplementasi gizi.
6.3.4    Pemberian MP – ASI bagi balita gakin

7. Kesimpulan 
Dari skenario di postingan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa anak perempuan berumur 3 tahun ini didiagnosa Kwashiokor dan perlu penanganan yang tepat.
"When people complain about not having an iPhone 5, hell on earth"
-Anissa Florence Oktina- 


You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe