maybe?

12:13 am

Untuk pertama kalinya Ade bilang dia senang telponan sama aku. Berkali-kali ngakak dan selalu mengucapkan kalimat ini dalam pembicaraan kami kemaren sore, "Serius anis?" Why? Karna untuk pertama kalinya aku menceritakan orang lain yang berbeda, padahal sudah jelas-jelas dalam dua tahun terakhir ini aku selalu menceritakan manusia yang itu itu saja.
Aku sendiri gak bisa menyimpulkan apa yang sedang ku rasakan. Sedikit aneh, deg-deg kan, entahlah. Rasanya sedikit mirip dengan rasa yang pernah ku rasakan, tiga tahun yang lalu. Hanya saja ini belum sekuat rasa dulu, masih symptomps. Belum dapat di diagnosa secara pasti bahwa aku benar-benar merasakan perasan itu lagi, perasaan cinta. Sebab rasanya, aku masih belum bisa berhenti memikirkan manusia yang itu itu saja itu. Belum bisa berhenti merindukannya.

Kata mereka, aku harus membuka hati lagi. Kata mereka, aku harus mencintai lagi. Kata mereka, sudah saatnya aku berhenti.
Tapi bukankah butuh bantuan seseorang yang lain, untuk membuka pintu yang sudah tertutup terlalu lama? Karna biasanya, pintu yang terlalu lama tertutup akan lebih susah untuk dibuka oleh satu orang saja.

Maybe? Entahlah.
Semoga yang terbaik saja.



"Happiness always sneaks in a door you did not think was open" #quotes


Anissa Florence Oktina
0 : 17 WIB; Rabu, 7 Maret 2013
AR Hakim 83; kamar belakang

You Might Also Like

1 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe