Penyelesaian

2:46 pm

Perkataannya kemarin benar. Yang kulakukan selama ini hanya menghindar, tanpa pernah sekalipun coba mencari jalan keluar. Berlakon layaknya paling tersakiti lalu pura-pura tegar, padahal bohong besar. Yang kulakukan hanya diam, menghindar.
Sebenarnya kunci menyelesaikan masalah itu ya, menghadapi. Menghadapi sampai tuntas, bukannya berhenti ditengah jalan akibat termakan gengsi dan tuntutan harga diri. Ah wanita, yang dipikirkan hanya harga diri, terlalu banyak spekulasi batin hingga menetapkan harga yang tinggi. Namun sepanjang malam gelisah sendiri, memikirkan harga tinggi yang mereka ciptakan sendiri.

Kali ini aku tidak boleh berdiam diri lagi, hadapi sampai nantinya si masalah lelah sendiri. Bukankah sebelum ini aku juga pernah melalui kasus yang sama? Seharusnya tidak ada kesulitan yang berarti, namun ternyata tekad ku tak sekuat dulu lagi. Itu karna aku yang sekarang lebih didominasi ego dan gengsi.
Aku jadi ingat teori imunisasi. Pertama-tama kamu harus sakit untuk mendapatkan kekebalan yang berlipat-lipat. Lama-lama juga ntar sakitnya menyerah sendiri, karna mendapati respon tubuh mu lebih kuat dari perkiraannya.
"Pokoknya stop mendam dan bertindak seolah-olah semuanya baik, Kak Cak. Sudah cukup sandiwaranya. Kau sudah hampir 20 tahun loh, mau sampai kapan begini terus? Ini saatnya kembali kedunia nyata, Kak." - Utary

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe