12 Oktober

4:33 pm

Waktu menunjukkan pukul  tiga sore ketika seorang istri mulai mengeluh kesakitan dalam bangsal Rumah Sakit Elisabeth Medan. Walau sedang dalam keadaan panik, sang suami mengantarkan istrinya menggunakan kereta dorong bersama beberapa suster ke ruang persalinan. Lelaki berumur tiga puluh tahun itu tidak tahu harus berbuat apa, sebab ini adalah kali pertamanya menemani istrinya bersalin. Anak pertamanya akan hadir kedunia hari ini, 12 Oktober 1993.
Sebelumnya berbagai kendala telah dihadapi pasangan suami istri ini. Buah cinta mereka pertama mereka sempat didiagnosa plasenta previa, yaitu letak plasenta abnormal yang berada pada segmen bawah uterus. Sehingga sering kali si istri mengalami perdarahan tanpa sebab yang berulang. Mereka berdua pernah pesimis akan kelahiran bayi ini, namun ternyata Tuhan berkehendak lain.
Sampai akhirnya tangisan bayi memecah diiringi suara suster yang sedari tadi sibuk membantu persalinan. Betapa bersyukurnya si suami yang kini bergelar Papa karna bayi di rahim sang istri lahir dengan normal dan sehat. Tidak ada kendala, Mama si bayi pun dalam keadaan bahagia dan penuh haru. Papa menarik nafas, lega. Dilihatnya dengan mata berkaca manusia kecil yang dititipkan Tuhan kepadanya. Kulitnya masih merah. Rambutnya hitam. Anak pertama berjenis kelamin perempuan. Sedikit kaget, sebab sebelumnya dokter mengatakan anak yang lahir adalah berjenis kelamin laki-laki. Tapi tak apa, pikir lelaki paruh baya itu. Mungkin gadis kecil ini dikirim kedalam keluarganya dengan alasan yang jelas, untuk menemani istrinya kala dia bekerja diluar kota. Jam 4 sore, tepat di tanggal 12. Cuaca cerah, kota Medan serta RS Elisabeth menjadi saksi lahirnya penghuni baru dunia.

Namanya, Anissa Florence Oktina Basami Pardede

Kini aku tak henti bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberi kekuatan pada Mama sore itu. Berterimakasih kepada Papa yang siap sedia menemani Mama diruang bersalin. Terimakasih kepada dr. Raja Malem Kaban, Sp.OG atas bantuan persalinannya. Yang tanpa diduga delapan belas tahun kemudian, menjadi dosenku di Fakultas Kedokteran UMI.

Ini hari ku. Aku artisnya. Segala bentuk aksi-reaksi di skip dulu. Sesak di dada singkirkan dulu. Semua ucapan, doa-doa dan permohonan telah aku aminkan dalam hati. Hadiah dan kejutan ku sambut dengan sukacita. Yang ku ingin di kepala dua ini tidak banyak, hanya berharap agar lebih banyak lagi membaca dan menulis. Lalu lulus dan bergelar pada waktu yang tepat. Setelah itu terserah. Teman-teman kebanyakan pada doain supaya dapat penjaga hati, hehe aku aminkan ya.

Selamat ulangtahun, Nisa. Mulailah belajar menghargai waktu, karna kini umurmu tidak muda lagi.

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe