Review : All You Can Eat - Christian Simamora

3:48 pm

Sebelum euforia menguap dan ingatan menghilang ditelan waktu. Biar ku ceritakan sekarang saja. Aku baru saja membaca karya terbaru Bang Christian Simamora dan sekarang berniat untuk menuangkannya disini. Buat secret admirer Christian Simamora garis keras pasti udah tau atau mungkin udah pada baca 'All You Can Eat'. Buat yang belum tau bisa dicari di toko buku terdekat (a.k.a Gramedia), novel ini terdapat ditumpukan buku baru sebelah-sebelahan sama novelnya Raditya Dika. Covernya warna hitam dengan gambaran setengah tubuh lelaki berjas dan tangan seorang wanita yang seolah-olah memeluknya dari belakang. Dibagian cover tertulis, 'Terkadang, yang tak bisa kamu lupakan adalah seseorang yang tak pernah bisa kamu miliki' hmm interesting. Berbicara tentang 'seseorang yang tak pernah bisa dimiliki', pasti setiap orang punya ceritanya sendiri. Begitu juga dengan aku. Dan benar, orang itu tetap tidak bisa dilupakan sampai sekarang. Walaupun rasa padanya sudah menghilang, ingatan tidak akan mudah hilang dengan mudah. Right? Mungkin karna alasan ini juga aku tertarik dengan novel ini. 


Pertama tau novel ini dari twitternya Bang Christian. Setiap hari ada aja cewek-cewek yang mention dan meneriakin nama JANDRO sampai 140 karakter di twitter habis. Bahkan ada juga yang mengirimkan gambar-gambar aktor hollywood berbadan sekseh eg Adam Levine, Ashton Kutcher, David Bekham de-el-el dengan hastag #ININIHJANDRONYAAKU. Siapa coba yang engga penasaran kalau digituin tiap hari? Emang si Jandro itu kaya apa sih? Sekeren apa hingga bisa disetarakan dengan si seksi Adam Levine? Sumpah penasaran. Di kampus aku sering nanya-nanyain temen-temen yang hobi koleksi novel, kali aja diantara mereka ada yang udah punya AYCE. Sebab pernah suatu kali aku jalan-jalan ke Gramedia, udah niat beli sih waktu itu cuma batal karna harganya lumayan bikin leher kecekik. Enam puluh ribu rupiah buat sebuah novel yang hanya habis sekali baca, terlalu mahal buat aku. Bagiku lebih baik enam puluh ribu rupiah itu dihabiskan buat beli kaset film komedi-romantis atau buat makan. Lucu ya aku? Suka nulis sih, tapi engga suka baca. Engga suka baca buku yang ratings atau reviewnya masih sedikit sih lebih tepatnya. Dan akhirnya ujung-ujungnya aku beli juga karna engga ada satupun teman kampus yang punya. Ini semua demi menggenapi rasa haus akibat penasaran dengan lelaki bernama JANDRO!

Singkat cerita, novel itu sudah habis ku baca. Hanya memerlukan waktu sekitar dua hari buat menghabiskan 450 halaman. Ya seperti yang ku bilang tadi, aku memang kurang suka baca. Sebenarnya dulu saat masih SMP, aku doyan baca loh. Percaya engga percaya nih, hampir semua buku di perpustakaan SMP sudah habis ku telan. Seri Goosebumps karya R.L Stine itu sudah kubaca semuanya, dulu di perpustakaan tahun berapa gitu serinya cuma sampai nomor 50 doang. Kalau kehabisan akal, langsung ngacir ke perpustakaan wilayah yang letaknya dekat dengan SMP buat minjam novel teenlit. Dulu aja aku freak banget baca, kerjanya di perpustakaan terus. Lah sekarang? Boro-boro baca buku, baca bbm aja males. Makanya setiap hari aku berdoa sama Tuhan biar dikasih ilham buat rajin baca lagi. 
Jadi ceritanya begini. Balik ke AYCE lagi. Si Jandro yang di sebut-sebut banyak cewek di twitter itu ternyata HOT BANGET. Sampai-sampai aku engga bisa ngeletakin itu buku sebelum dihabiskan sampai ending. Seperti halnya novel-novel lain, pemeran utama cowok pasti selalu saja sempurna. Ganteng, tinggi, dada bidang, perut kotak, pinter, tajir, aduh banyak lagi deh. Selalu begitu kan ya? Engga di novel engga di FTV, sama aja gambarannya. Ceritanya disini, Jandro ini adalah seorang bisnisman muda yang pacar-able (menurut ku) banget deh. Namun sayang, dibalik kesempurnaanya secara fisik ternyata dia adalah orang ketiga dari hubungan Nuna dan Darren. Dia engga pernah bisa tegas dan menentukan perasaannya sendiri. Sangkin sayangnya sama si Nuna, Jandro rela aja gitu dijadiin orang ketiga. Yang penting dia bisa sama Nuna. Bego ya, padahal dalam novel ini Bang Christian menggambarkan sosok Jandro begitu sempurna banget eh tapi mau-maunya aja dijadiin orang ketiga fiuh. Terus Nuna dan Darren ini apa dong? Hubungannya gimana? Nah, Nuna dan Darren ini adalah pasangan hasil jodoh-jodohan orangtua jaman sekarang. Alih-alih di jodohkan, Nuna ngaku ke Jandro kalau dia engga mencintai Darren, tapi Nuna juga engga bisa meninggalkan Darren karna sudah terlanjur ditunangkan. Hingga akhirnya Nuna memutuskan Jandro, dan saat itu juga Jandro hancur. Terus kelanjutannya gimana? Si Jandro memutuskan untuk menghilang, hiruk pikuk Jakarta membuatnya selalu mengingat Nuna. Selalu saja ada bayangan cewek itu dimana-mana. Dia pergi ke Ubud Bali. Menenangkan diri di villa keluarga. 
Sarah. Sarah adalah seorang penulis skenario film yang lumayan senior. Sudah banyak film layar lebar yang dia tulis. Menurut Sarah, dia adalah wanita paling beruntung di dunia karna memiliki seorang pacar yang seksi dan mengerti segala kesibukannya, Rifat. Si Rifat ini adalah seorang kameramen. Sama-sama bekerja didunia perfilman menyatukan kedunya. Suatu malam, disaat Sarah lagi sayang-sayangnya sama Rifat, lelaki itu mengakui suatu dosa paling besar. Dia mengaku sudah tidur dengan seorang wanita bernama Alya yang sekaligus yoga instrukturnya Sarah. Seperti di sambar petir siang bolong, Sarah patah hati. Padahal selama dua tahun ini dia begitu mempercayai Rifat. Ditengah kegalauanya, datanglah Anye menghibur dan menyadarkan betapa bodohnya Sarah selama ini karna telah berpacaran dengan lelaki tak tahu malu dan tak mau keluar modal (read : lelaki tak punya masa depan). Selama dua tahun Rifat tinggal di apartemen Sarah tanpa membayar sepeserpun. Bahkan untuk masalah makan dan isi kulkas saja, Sarah juga yang membelikan dengan duitnya. Anye membuka mata Sarah lebar-lebar, Sarah sadar. Secepat kilat dia dan Anye membereskan barang-barang Rifat lalu meletakannya di resepsionis apartemen. Kode kunci apartemen Sarah juga diganti, semata-mata agar Rifat tidak bisa seenaknya masuk lagi. Demi menyelamatkan kehidupan sahabatnya yang hancur, Anye menyarankan Sarah untuk menggunakan villa keluarga Anye di Ubud untuk berlibur sekalian menyelesaikan projek skenario filmnya. Dengan senang hati Sarah menerima, dan meminta izin selama dua minggu kepada sutradara. 
Lalu apa yang terjadi setelah itu? Jandro dan Sarah bertemu! Loh kok bisa? Jandro itu adeknya Anye, yang ternyata pernah mengatakan cinta pada Sarah. Saat masih kelas 3 SMP, Jandro menembak Sarah dengan berani. Dia mengatakan betapa cowo itu ingin menjadi pacar Sarah. Padahal umur Jandro dan Sarah terpaut beda 7 tahun. Walaupun tak melihat Sarah dalam waktu yang lama, Jandro mengakui bahwa Sarah masih membuat jantungnya berdegup kencang. Bagi Jandro sampai kapapun dia tidak akan bisa melupakan cinta pertamanya, Sarah. Berbeda dengan Sarah, Jandro yang dulu ceking kurus kini berubah jadi seorang lelaki tampan dan seksi. Hingga membuat Sarah tak bisa berhenti membayangkan betapa inginnya dia berada diatas dada bidang Jandro. Hingga perlahan-lahan tanpa disadari Sarah, perasaannya berubah. CLBK, Cinta Lama Belum Kelar! Lalu apa lagi? Hayoo, penasaran ya? Yuk buru baca sendiri sana. Nanti kalau aku tuangkan disini semuanya dengan lengkap dan jelas, bisa-bisa Bang Christian marah loh. I'm sorry bang! I adore you, i love you Christian Simamora! 

Kalau menurut bayangan aku ya, mungkin sosok Jandro bisa diperankan oleh hmmm Taylor Lutner? No, no! Lutner engga cukup buat gambaran Jandro di AYCE. Atau Logan Lerman? Sebenarnya bisa sih, cuma Lerman terlalu muda dan tidak cocok meranin pria muda bisnisman berumur 23 tahun. Lerman sih lebih cocok meranin anak SMA, charming banget sih muka dia. Kalau Channing Tatum? Nai, nai. Terlalu ngeri ototnya Channing ah, lengannya lumayan besar juga itu. Hmm mungkin yang paling tepat meranin adalah si Alex Pettyfer! Damn you, Alex.


Lalu bagaimana dengan Sarah? Hmm siapa sih cewe yang jadi pacarnya Han di Fast and Furious 6? Aku gatau namanya, tapi dia seksi banget. Cocok banget meranin Sarah yang umur 30 tahun tapi masih kenceng, seksi dan membuat Jandro tergila-gila. Oh iya, Gal Gadot namanya! Udahlah ya, aku engga bisa ngebayangan lagi gimana jadinya kalau Alex Pettyfer se-skenario dengan Gal Gadot (--,)


Kamu harus baca All You Can Eat! Aku kasih ratings 4/5, kenapa engga 5 aja coba? Karna kesempurnaan itu hanya milik Andra and The Backbone, kriuk. 
Disetiap bab, Bang Christian nyelipin quote-quote dari film dan buku. Dari sekian banyak kutipan, ini adalah kutipan yang paling aku suka. 
"The truth is, I have met the right person, and he's not in love with me, and until I stop loving him, no one else really has a chance." - Four Weddings and a Funeral, 1994 
 Selamat membaca dan jatuh cinta lagi!

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe