HAH!

11:35 am

Kemarin malam saya merasa bodoh sekali, bisa-bisanya menangis disaat membaca diktat kuliah oftalmologi. Tetesan air yang jatuh menciptakan pulau kecil dan basah pada halaman diktat pun seolah-olah mengejek saya, bodoh dan lemah. Ternyata dipenghujung tahun 2013 ini pun, disaat umur sudah berkepala dua, saya masih seperti bocah kecil. Cengeng. Saya tidak tahu harus bagaimana menceritakannya namun tidak mungkin juga menjabarkannya dengan detail. Persoalannya rumit, antara saya dan hati. Masalah internal yang tidak memiliki lawan, hanya saya sendiri. Tapi yang pasti malam tadi, saya ungkapkan dengan perlahan, dalam doa, dengan susunan kalimat berantakan dan tanpa tanda jeda. Saya tahu Tuhan Yesus di surga sana mengerti dengan baik. Dia pasti punya alasan tepat untuk menjawab semua pertanyaan saya malam kemarin. 

Satu tahun belakangan, saya merasa kehilangan sosok diri dahulu, segala hal tiba-tiba menjadi sulit untuk diputuskan sendiri. Apa-apa minta pendapat orang lain. Padahal tidak selamanya pendapat orang lain benar, iya kan? Atau mungkin ini faktor umur? Sehingga sekarang tidak boleh lagi seenaknya menetapkan rencana, harus memikirkan sebab dan akibatnya. Bisa jadi rencana yang saya buat menyenangkan bagi saya namun tidak untuk orang lain, atau malah cenderung menyakiti mereka. Saya termasuk orang yang peduli pendapat orang lain, bagaimana pandangan mereka terhadap saya. Mungkin beberapa orang bisa hidup diatas tatapan sinis orang lain, namun saya tidak. Padahal sebenarnya untuk beberapa hal, saya harus mengabaikan pandangan mereka demi kesehatan hati.
Dan karna inilah saya menangis kemarin malam. Rasanya sesak, didada kiri. Entahlah, mungkin saya saja yang terlalu membawa semua hal ke hati hingga kecewa dan sakit sendiri. 

Ah, semoga Santaclaus itu benar-benar ada. Ada yang ingin saya minta padanya di natal tahun ini. Eh... Tapikan Santaclaus itu hanya ada di film kartun anak-anak. Di dunia nyata? Tidak ada.

HAH!

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe