“DIA”

9:01 am

Dia adalah seseorang yang hampir ku lihat setiap hari. Jarang tersenyum dan terlihat di acara-acara penting. Ekspresi datarnya membuat orang-orang berpikir bahwa dia bukanlah seseorang yang bersahabat. Rambutnya acak-acakkan, kulitnya kuning langsat. Tidak begitu kurus dan juga tidak terlalu gemuk. Cukup berisi sehingga akan menyenangkan jikalau bisa mendekapnya.
Beberapa buah jerawat kerap hinggap di dahinya. Juga ada sebuah tahi lalat kecil di pipinya. Suara tawanya khas dengan mulut yang ternganga lebar dan dia selalu memegangi perutnya jika tertawa. Sungguh ku sangat menyukai itu. Aku menyukai semua hal yang ada pada dirinya.

Tapi dia hanya tertawa didekat sahabat dekatnya. Dia tak pernah tertawa didepanku, bahkan tersenyum juga jarang. Yang terlihat hanya raut wajah kelabu dan mendung. Aku selalu berharap agar suatu hari nanti badai topan diwajahnya itu bisa hilang. Aku selalu menanti kali saja sewaktu-waktu ada lengkungan indah matahari dibibirnya yang tipis. Dia sangat indah ketika tersenyum, tidakkah dia tau itu?

Ketika berkumpul dengan teman-temannya, dia selalu mengeluhkan perihal kesendiriaannya selama ini. Tapi seiring dengan keluhannya itu, dia selalu menceritakan tentang seseorang yang dulu pernah mematahkan hatinya. Selalu bercerita dengan ekspresi menggebu-gebu, matanya berbinar dan beberapa kali bibirnya melengkung. Aku selalu berpikir, bagaimana bisa dia yang sudah dipatahkan hatinya dengan keras bisa menceritakan orang tersebut tanpa tersirat sebercak pun kebencian di wajahnya? Ah.. aku rela mendengarnya menceritakan orang tersebut sepanjang hari, asal aku bisa melihatnya tersenyum seperti itu sepanjang hari juga. Meskipun nantinya menyakitkan, tapi aku yakin mendengar tawa kecilnya cukup sebagai obat sesak di dada ini.

Dia indah. Tapi dia tidak sadar itu. Dia selalu mengeluh dengan kesendiriaannya. Dia tidak tahu, bahwa sebenarnya ada aku yang menunggunya menoleh kearah sini.
Dia terlalu sibuk mengeluh. Dia terlalu fokus dengan masa lalunya, sehingga tidak melihat ku… yang ada didekatnya.

posted from Bloggeroid

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe