Arti Good Life : Berbagi Tidak Rugi #BigFansOfGoodLIfe

3:33 pm

Sedari kecil saya selalu diajarkan bagaimana pentingnya berbagi dengan orang lain. Orangtua saya selalu berkata, bahwa dengan berbagi akan selalu ada kebahagiaan yang muncul. Saya terlalu bocah ketika ayah memberikan wejangan tentang hal itu, sehingga seringkali menganggapnya hanya seperti berita sekilas info. Saya tidak menghiraukan wejangan-wejangan yang ayah saya katakan, karna menurut saya saat itu adalah 'Untuk apa sih berbagi, toh teman-teman sepermainan saya saja pelit untuk membagi jajannya. Apa gunanya berbuat baik, ketika orang lain tidak melakukan perbuatan yang baik juga pada saya?' Tapi beranjak dewasa saya mulai mengerti, berbagi benar menimbulkan kebahagiaan. Bahkan berbagi dengan orang-orang yang tidak saya kenal pun, mampu menimbulkan sejuta senyum ceria.

Nah, kali ini saya akan membagikan sebuah cerita tentang indahnya berbagi. Kebetulan saya bukan bocah lagi dan kebetulan blibli dot com sedang mengadakan kompetisi Good Life Story dengan hadiah total 60 juta rupiah. Menggiurkan bukan? Kompetisi Good Life Story kali ini merupakan periode kontes tahap II yaitu tanggal 16 Januari 2017 - 10 Februari 2017. Info selengkapnya silahkan klik website Arti Good Life Versi Kamu dan ayo ceritakan!


Desa Mardinding Kec. Tiganderket Sumatera Utara radius 5 KM dari Puncak Gunung Sinabung. Doc : pribadi
Untuk pertama kalinya, cerita ini saya angkat kepermukaan di akhir bulan pertama tahun 2017. Bukan cerita baru karna terjadi di tahun 2015 silam, walau begitu tetap saja merupakan sebuah cerita yang layak dibagi kepada kamu dan teman-teman kamu. 

Sudah banyak yang tahu bahwa Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara masih saja terjadi hingga sekarang ini. Tidak sedikit masyarakat disana kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, ataupun yang terserang penyakit seperti ISPA dan konjungtivitis. Akses jalan yang tertutup dan lokasi yang jauh menjadi penyebab kurangnya bantuan. Penyebaran bantuan tidak tersebar merata, lokasi yang dekat dengan gunung sering tidak kebagian bantuan karna lokasinya berada digaris merah atau 0 kilometer dari puncak gunung.

Pada Bulan Februari 2015 saya dan teman-teman yang tergabung dalam organisasi Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia mengadakan program Children Trauma Healing dengan motto '1000 Senyum Untuk Anak Sinabung'. Jadi kami ada sekitar 4 - 5 kali kunjungan ke sinabung dan pengungsian dengan berbekal bingkisan sederhana serta lagu dan permainan yang mampu menciptakan senyum anak-anak. Sederhana sekali, tidak sesuatu hal yang mewah.

Teman-Teman TBM FK UMI dan anak-anak Sinabung. Doc. : Pribadi
Pada kunjungan pertama saya tidak menyangka bahwa kedatangan kami disambut dengan sangat baik. Anak-anak disana begitu antusias dan memang membutuhkan hiburan. Diumur sekecil itu mereka sudah kehilangan rumah akibat erupsi gunung sinabung. Bahkan mereka bercerita sudah sebulan tidak masuk sekolah karna gedung sekolah dan akses jalan kesana tertutup lahar dingin serta debu vulkanik. Bahkan para lansia disana juga meminta untuk dilakukan hiburan buat mereka, karna menurut lansia disana bukan hanya anak-anak yang butuh dihibur manusia lanjut usia juga ingin diperlakukan sama.


Dalam satu hari kunjungan kami mampu singgah di 2 atau 3 tempat pengungsian. Keberangkatan dimulai dari jam 6 pagi start kota Medan dan harus kembali turun lagi paling lama jam 5 sore. Sering kali kami kejar-kejaran dengan waktu, karna kadang kami dimintai untuk lebih lama tinggal di pengungsian untuk bercerita sehingga waktu yang ada dijadwal lewat dari waktu yang ditentukan. Kami hanya bisa meminta maaf ketika mereka berkata kecewa dengan waktu kami yang sangat singkat.

"Kakak, ayok foto." kata mereka waktu itu Doc. : Pribadi
Dari situ saya mulai merasa bahwa hidup saya berguna, hidup saya mendadak keren. Selama ini saya merasa ribet dan mengeluh dengan jadwal kuliah sampai sore, masalah yang sesungguhnya sangat sepele. Sampai akhirnya saya dipertemukan dengan anak-anak sinabung. Senyum mereka, kebahagiaan mereka dengan kondisi yang sebenarnya agak sulit untuk tersenyum mengajari Arti Good Life sesungguhnya. Membagi hal-hal yang mampu kita bagi, membagi pengalaman, membagi waktu, membagi cerita, dan membagi semangat tidak akan pernah membuat kamu menjadi seseorang yang rugi. Bahkan mungkin dari hal berbagi tersebut kamu mendapatkan sesuatu yang baru, seperti saya.



Jadi mulai sekarang, kamu juga harus berani berbagi ya? Berbagi hal-hal baik yang mampu kamu bagi. Mungkin hari ini kamu baru saja masak kue, tidak ada salahnya membagi sepotong pada tetangga sebelah. Atau mungkin kamu baru saja mendapat uang jajan lebih dari orang tua, boleh dong berbagi sedikit dengan membeli koran anak-anak penjual koran di lampu merah. Dan jika kamu membaca tulisan ini sekarang, kamu juga boleh membaginya kok di sosial media kamu.

Ayo jangan segan membagi hal-hal baik! Percayalah keajaiban akan muncul didetik pertama ketika kamu mulai berani berbagi tanpa takut rugi,

Semoga kamu juga menemukan arti good life sesungguhnya, sama seperti saya.

"Nothing is the sweeter than the togetherness we share." - J.Co Donuts

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe