Tahun Perkenaan Tuhan

3:49 pm

Tahun 2017 ini mungkin adalah salah satu tahun yang penuh dengan perjuangan bagi saya. Tahun yang cukup berat dan juga melegakan jika mampu melewatinya. Pendidikan yang dilalui selama kurang lebih lima setengah tahun, dipertaruhkan di satu hari saja. Sungguh sebenarnya agak tidak adil ya? Tapi bagaimanapun, begitulah sistem pendidikan dokter di Indonesia. Hanya bisa dianggap lulus jika sudah mampu melewati UKMPPD (Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) dengan standarisasi yang telah ditetapkan. Agak berat, walaupun begitu tahap ini memang harus dilewati. Apalagi, saya bukanlah seorang mahasiswa yang terlalu rajin ataupun memiliki nilai-nilai yang kumlaude semasa kuliah dan ketika menjadi co-assistant di RS. Hanya seorang gadis biasa saja, yang sering bolos dari jam jaga RS dan juga lebih suka menonton drama korea sampai tengah malam daripada membaca buku-buku yang tebalnya tak terkatakan. Nilai juga ga tinggi-tinggi amat, kehidupan kuliah juga tidak rajin-rajin amat. Sering jalan-jalan dan karokean sama teman-teman, namun tetap bertanggung jawab dan mampu menyelesaikan setiap tugas dan deadline tepat pada waktunya.


But, here I'm!

Semakin berjalan kesini saya semakin agak tidak percaya bisa sampai pada tahap ini. Tidak pernah terbayang bisa berada dijalur ini, karna jauh sebelum berada disini saya lulus ujian SBMPTN Fakultas Hubungan Internasional Universitas Riau. Mungkin jika saya memilih Jurusan HI pada saat itu, jalan cerita akan jauh berbeda.

Baca juga : One Step Closer

Belakangan saya mulai berpikir seperti ini, segala hal yang terjadi didalam hidup manusia pasti atas izin Tuhan. Tidak mungkin tanpa penyertaan dan tuntunan Tuhan saya bisa sampai ditahap ini. Kadang memang ga habis pikir rencana-rencanaNya, ga tertebak memang. Saya aja selalu geleng-geleng kepala ga percaya tiap ingat apa yang terjadi di waktu-waktu lalu dengan apa yang terjadi pada saya sekarang. Serius, keren banget rencana Tuhan itu! Yang semula ga bisa, jadi bisa. 
Mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak manusia diluar sana yang merasa sangat diberkati seperti ini. Pasti banyak orang lain juga yang merasa berkat Tuhan tak terhingga dalam hidup mereka. 

Seperti halnya Tuhan menyertai saya  sejak 5 tahun yang lalu ketika pertama kali masuk di jurusan ini, begitupun dia akan tetap menyertaiku sampai saatnya hari pengangkatan. Tidak akan pernah ada sebuah usaha yang sia-sia jika semua itu dilakukan dengan sungguh-sungguh kan? Pola lama akan tetap bertahan ketika tidak ada usaha yag serius untuk mengubahnya. 

"Ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan" - Roma 5 : 4
Teruntuk kamu. Jikalau merasa bahwa tidak ada lagi yang menyertaimu, ingatlah Bapa yang di Surga. Takkan sampai kaki melangkah ditempatmu berpijak sekarang, jika bukan tanpa penyertaanNya. Takkan sanggup paru-parumu bernafas di lingkungan mu yang sekarang, jika bukan karna kekuatanNya.

Semoga Tuhan menyertaimu selalu, pun juga saya.

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe