First Impression : The Ordinary From Deciem

1:39 pm

Hari Jumat kemarin, aku kedatangan paket dari Benscrub Indonesia. Isinya The Ordinary Vitamin C Suspension 23%  + HA Spheres 2 % dan Alpha Arbutin 2% + HA Concentrated Serum. Sebelum aku mengorder dua produk ini melalui website Benscrub, aku memang sudah sekitar sebulan belakangan sering liat review bagus tentang The Ordinary keluaran Deciem ini. Karna penasaran dan pada dasarnya aku suka nyoba-nyoba produk skincare sekaligus serum dan day cream The Body Shop Tea Tree ku sudah habis jadilah ku order dua produk ini hari Senin yang lalu. 



Apa itu Deciem? Deciem adalah perusahaan Cosmetics Company dari Toronto Kanada yang sudah berdiri sejak 2013. Deciem membawahi sekitar 10 merek / brands perawatan kulit. Produk-produk Deciem ini terkenal dengan produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. Jadi kalau diluar negeri sana, Deciem ini udah cukup terkenal. Bahkan Wayne Goss mengakui bahwa Deciem mengeluarkan the best primer of 2016 dengan harga murah yaitu The Ordinary High-Adherence Silicone Primer. Wow, menggiurkan ga sih?

Aku sih prefer invest ke skincare daripada beli makeup. Minggu malam, aku webwalking di Benscrub, terlihat beberapa produk The Ordinary baru saja restock. Padahal biasanya, produk The Ordinary bakal cepat banget sold outnya. Mungkin sangkin best sellernya kali ya. Lalu liat-liat di website itu aku agak sedikit bingung mau milih yang mana. Ditambah lagi, review The Ordinary masih sedikit. Hanya produk best seller yang di review, aku agak kesusahan juga jadinya memilih mau yang mana. Akhirnya setelah agak sejaman nongkrongin website Benscrub dan cari-cari reviewnya, pilihan ku jatuh pada The Ordinary Vitamin C Suspension 23%  + HA Spheres 2 % dan Alpha Arbutin 2% + HA Concentrated Serum. Kenapa? Karna aku lagi suka banget dengan Glycolic Acid dan Hyaluronique Acid. Jadi tiap milih skin care, aku usahain ada kandungan HA atau GA-nya. Konsep The Ordinary ini sepertinya menggunakan bahan utama HA. Karna hampir seluruh produknya pasti memiliki kandungan HA didalamnya.

The Ordinary Vitamin C Suspension 23%  + HA Spheres 2 %


Disini aku ga bakal bahas gimana hasilnya di kulit. Gimana work atau enggaknya, karna baru aku pakai dalam beberapa hari. Jadi belum keliatan hasilnya gimana. Mungkin setelah aku pakai minimal 2 minggu, baru keliatan hasilnya gimana.

Kemasan : Kemasan produk ini seperti tube kemasan biasa pada umumnya. Pas pertama kali digunakan, ada segel dibagian dalam lubang tubenya, sehingga steril dan kita yakin kalau produk ini belum digunakan sama sekali. Menurut aku, perpaduan warnanya cukup elegan ya. Keliatan seperti produk high-end jadinya.

Tekstur : Berwarna putih dengan tekstur suspensi, jadi mesti di kocok-kocok dulu sebelum dikeluarkan dari tube. Tidak seperti krim, juga tidak seperti gel. Cenderung cair, sehingga agak sulit mengontrol banyak produk yang ingin dikeluarkan. Yang aku suka, produk ini tidak beraroma. Benar-benar ga tercium bau apa-apa diawal, namun ketika sudah diaplikasikan ke kulit aku merasa aromanya seperti aroma logam yang hampir tidak tercium. 


Setelah diaplikasikan di wajah, aku merasa ada sensasi panas ringan dan juga perih ketika mengenai bagian jerawat yang sedang merah. Aku tidak menyarankan ini untuk digunakan pada wajah yang banyak jerawatnya, karna bakalan perih banget. Selain itu ada juga sensasi seperti butir-butir kecil yang tidak terlihat. Kayak ada pasir-pasirnya gitu, seperti soft scrub yang ga lebay. Anehnya, ga keliatan bentuk scrubnya. Produk ini agak lama menyerap, mungkin sekitar 20 menitan untuk menunggu dia menyerap dengan sempurna. Karna kemarin aku buru-buru ke kampus, aku timpa dengan compact powder menggunakan powder brush. Hasilnya, cukup bagus. Kayaknya, kalau digunakan buat day cream ini ga cocok. Tapi buat night cream, ini cocok kok. Lagian setelah ini aku cobain kemaren dan merasa agak aneh dengan teksturnya, aku buka ulang deskripsi produk The Ordinary Vitamin C Suspension 23%  + HA Spheres 2 % ini di website benscrub. Dan ternyata, this treatment is ideally applied at bedtime.

Harga : Rp. 189.000,- 

The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA Concentrated Serum


Kemasan : Alpha Arbutin 2% + HA Concentrated Serum ini memiliki kemasan dari botol kaca dengan permukaan yang blur. Ya seperti kemasan serum pada umumnya tatpi tetep The Ordinary menyajikan kemasan yang elegan seperti produk high-end.

Tekstur : Pertama kali membuka tutupnya, aku kaget melihat penampakan didalam. Teksturnya seperti tekstur gliserin. Kelihatan sangat lengket dan berat. Aku pernah ga sengaja ketumpahan gliserin di ruang peritanologi RS Abdul Manan Kisaran ketika menjalani koas disana. Asli kapok, tekstur gliserin itu sangat lengket dan memiliki bau yang tengik. Agak sedikit ragu juga ketika meneteskan Alpha Arbutin 2% + HA Concentrated Serum ditelapak tangan untuk pertama kalinya. 


Eh tapi ternyata teksturnya setelah di pegang tidak seperti gliserin loh. Bahkan tidak ada kesan lengket sama sekali, dan meresap dengan sangat cepat. First impression untuk produk ini,fix aku suka. Ini adalah serum pertama dengan tekstur yang cocok menurutku. Bahkan aku lebih suka tekstur Alpha Arbutin 2% + HA Concentrated Serum ini daripada tekstur Kiehl's Clearly Corrective Dark Spot Solution Serum, mudah-mudahan efek kedepannya juga bisa ngalahin Kiehls CCDS ya.

Harga : 249.000,-

Semoga dengan keberadaan review ini, temen-temen yang sedang nyari-nyari review The Ordinary dalam bahasa Indonesia jadi terbantu ya. Karna review The Ordinary Indonesia masih sangat minim, sehingga sulit mencari perbandingan sebelum membeli produknya langsung. 

Selamat Hari Minggu!

You Might Also Like

2 comments

  1. halo kak, salam kenal.

    Gmna kak hasilnya setelah pakai serumnya? crta2 donk kak..

    btw, mampir sini juga kak ulhiaputri.wordpress.com XoXO

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai uli, makasih ya sudah mampir dan komen. Serumnya menurut ku ga terlalu banyak pengaruhnya, so ya ga bakal repuchase untuk kedua kalinya. Kalau kamu punya rekomendasi serum lain, kasi tau aku ya ^^

      Delete

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe