Surat Hari Ke - 3 #30HariMenulisSuratCinta

1:00 am

Hai kopi hitam dan kafein, 

Dulu jauh sebelum sekarang aku tidak terlalu suka bertemu dengan mu, tapi nyatanya sekarang sudah tepat sebulan kau menemani ku setiap malam menjelang subuh. Sebelumnya aku lebih mencintai coklat panas, daripada mu. Tapi sekarang, aku lebih menyukaimu daripada mereka. 

Wah, mungkin sekarang aku sudah mulai jatuh cinta dengan mu ya? 

Aku berharap agar tidak terlalu mencintai mu, karna itu pasti akan menyulitkan ku. Aku sudah pernah mencintai dengan terlalu, dan jadinya sungguh merepotkan. Sejak lama sekali, aku pernah berjanji kepada diri sendiri untuk tidak terlalu mencintai lagi. Tapi ah... sepertinya aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiran mu. Dan mulai merasa kecarian jika tidak ada kamu. 

Kopi hitam. Orang-orang mengatakan akan lebih enak jika disajikan dengan sedikit gula. Aku mencobanya di hari pertama ku mengenal mu, dan hasilnya aku tidak bisa tidur sampai besok paginya karna jantung berdetak tidak karuan. Karna mendapati reaksi seperti ini, aku bertekat untuk tidak menemui mu lagi, aku jera. 

Tapi ternyata tidak bertemu dengan mu adalah hal yang sulit bagiku. Aku membutuh kan mu untuk membuat mataku tetap terjaga di malam hari. Begitulah, awalnya membutuhkan lalu mulai terbiasa dan lama-lama kecarian jika tidak bertemu. Bukankah orang yang jatuh cinta siklusnya begitu?

Tapi, lagi-lagi seperti yang ku bilang tadi. Aku tidak mau mencintai secara terlalu lagi. Cukup segelas kopi hitam manis setiap hari, tidak boleh lebih dari segelas titik. Karna aku tidak mau merasakan akibat terlalu mencintai, untuk kesekian kalinya. 

Semoga sampai proses perjuangan ini selesai aku tetap kuat menikmati efek kafein mu. Entah pun nanti jika aku tidak harus begadang lagi, ku pastikan kita akan selalu berteman seperti ini. 


Dari:
Aku yang mulai mencintai Kopi dan Kafein

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe