Perjalanan Mencari Skincare Tepat Untuk Wajah Acne Prone

12:33 pm

Di post kali ini aku mau cerita soal pengalaman ku yang sangat tidak menyenangkan melawan jerawat. Aku bakal sertakan beberapa foto progressnya, beberapa ada yang terlihat menjijikkan bahkan aku sendiri kesel melihatnya. Tapi aku bakal share disini barangkali masih ada perempuan yang desprate dengan jerawat dan kadang sudah habis kesabarannya karna lelah mencari skincare yang cocok. 

pic from : skintipsfree

Jadi buat kamu yang lagi bermasalah dengan jerawat membandel dan sudah mulai putus asa. Kamu sangat beruntung bisa nyasar di blog ini. 


Disclaimer : BACA SAMPAI HABIS



Aku emang punya tipe kulit acne prone, tapi Juli 2017 kemarin adalah jerawat terparahku seumur hidup. Sedikit cerita, sejak Juli - Oktober 2017 aku emang lagi sibuk travelling. Secara udah lulus kuliah dan emang udah punya plan setelah Sumpah Dokter aku mau jalan-jalan menikmati hidup yang tidak pernah lagi kulakukan sejak 6 tahun silam.

Nah, aku ini tipe orang yang males bawa skincare lengkap saat traveling. Mungkin salah satu alasannya karna kemasan skincare ku kebanyakan berukuran besar (Facial Wash Tea Tree The Body Shop dan Tonernya). Entah kenapa gak pernah ada niat ku untuk mindahin mereka ke botol kosong yang lebih kecil. Padahal kan jaman sekarang udah banyak banget botol-botol kecil dijual kan? Ya itu, emang dasarnya males dan mungkin sedikit pelit buat spend money untuk hal-hal yang tidak terlalu krusial seperti botol-botol kecil (emang dasar pelit ckckck). Nah yang biasanya tahapan skincare ku pakai 'double cleansing', ketika traveling aku ga melakukannya. Ditambah lagi aku sering pakai BB cushion ketika itu demi the power of flawless di camera. 

Sebenarnya kecorobohan ku dalam melakukan pembersihan muka ketika traveling bukanlah satu-satunya alasan jerawat muncul. Mungkin kesalahan terbesar lainnya adalah penggunaan foundation selama bulan Juli 2017 untuk kepentingan sumpah dokter, wisuda, kondangan dan beberapa acara formal lainnya. Langsung deh setelah itu jerawat muncul, awalnya satu lama-lama jadi bukit. Karna waktu itu aku masih cuek (sebab jerawatku biasanya hilang sendiri tanpa diobati) jadi aku tidak melakukan perawatan khusus untuk itu. AKHIRNYA...... setelah mulai sadar kalau jerawat gak hilang juga. Mulailah aku stres sendiri. Tiap liat cermin rasa pengen ngutuk diri sendiri sangkin despratenya. Mau keluar pun jadi males, mau kemana-mana pakai masker. Pokoknya berasa kayak hidup di neraka. 

Foto pertama hasil kecerobohan dalam membersihkan muka dan foundation rutin yang gak bersih (sorry for disturb picture)
Foto diatas adalah foto yang kuambil setelah merasa kalau muka sudah gak wajar lagi. Keliatan banget disitu jerawat yang merah, meradang dan tentu saja ini sakit banget. Disini aku belum ngapain-ngapain muka atau bahkan belum kasih treatment anti acne karna takut malah tambah break out. Ternyata sikap ku yang seperti ini adalah kesalahan fatal. Disini aku cuma pakai facial wash sabun batangan JF Sulfur, iya sabun batang. Gak pakai day cream dan sunblock tiap keluar rumah, lagi-lagi karna takut breakout. Bahkan buat megang muka aja ga berani sangkin despratenya. 

Lalu aku konsumsi Clindamycin oral selama 2 minggu, aku gak bakal kasih tahu berapa dosisnya disini ya karna penggunaan antibiotik yang sembarangan dan tanpa pengawasan dokter bakal bikin resisten. Juga aku olesin Benzolac-Cl yang sebenarnya obat oral dan obat topical dangan komposisi yang sama, penggunaannya tidak disarankan. Sempat juga pakai steroid topikal untuk mengurangi radang. Tapi aku tau kalau penggunaan steroid tidak dianjurkan, memang steroid bakal menghasilkan hasil yang cepat namun jika digunakan dalam jangka panjang entar malah jadi makin parah jerawatnya. Dari hasil penggunaan dua obat ini aku tidak terlalu notice dengan perubahannya.

Foto kedua setelah sekitar 3 bulan tanpa skincare yang jelas.
Foto diatas adalah foto yang ku ambil ketika sudah di wahana internship Kota Mojokerto Jawa Timur. Kondisi jerawat sudah tidak merah lagi, tapi cenderung ke coklat. Keliatan lebih mendingan dari foto sebelumnya ya? Padahal aslinya ini lebih parah. Tiap megang muka seperti megang tanah berbatu kerikil, gradakan banget. Tapi jerawatnya kebanyakan dibawah kulit, belum muncul ke permukaan. Tekstur kulitku disini sama sekali gak rata, banyak jerawat mendem. Muka ku minyakan namun terkelupas dibeberapa bagian dan tempat, Yap, welcome to 'acne prone dehydrated skin'. Disini aku sadar kalau muka ku udah dehidrasi. Jujur..... disini aku makin stres. 

Setelah berdebat dengan hati nurani dan pikiran, aku putuskan untuk balik lagi ke old therapy of acne yaitu retinoid acid dan benzolac-cl. Sebenarnya retinoic acid dan benzolac tidak bisa digunakan secara bersamaan, karna resiko iritasinya bakal makin besar. Tapi karna aku udah desprate dan putus asa, aku tahan-tahankan buat combine dua obat ini.

Foto ketiga ini adalah awal dari langkah ku menuju flawless skin
Ini kondisi muka ku hari pertama pakai Retinoic Acid + Benzolac-Cl. Bdw aku ganti semua skincare aku dari The Body Shop Tea Tree jadi skincare yang bisa aku beli di apotik. Kecuali tonernya ya, aku belum ganti toner karna belum nemu toner yang cocok. Kondisi kulitku disini masih sama seperti tanggal 27 Desember 2017.

Berikut adalah skincare yang aku pakai dari tanggal 3 Januari 2018 - sekarang. PM rutin tahapan membersihkannya sama seperti AM rutin. 




Foto dibawah ini adalah kondisi kulitku setelah 10 hari pakai tretinoin. Masih saja belum ada perubahan yang signifikan, yang ada malah jerawatnya makin nambah banyak karna purging. Jika kamu pengguna retinoid acid, jangan putus asa menghadapi hal seperti ini. Sifat retinoid acid memang meregenerasi kulit secara bertahap, dia bakal bikin kulit kayak rollercoster. Pagi hari wajah bisa bersih dari jerawat, eh malamnya tiba-tiba muncul jerawat besar yang meradang. Mostly people bakal menyerah ketika memasuki tahap seperti ini. Jangan tanya lagi betapa stresnya aku dikondisi ini, bahkan sampai kepikiran mau berhenti.

Namun setiap aku mencuci muka, aku notice kalau tekstur wajahku lebih halus. Yang awalnya seperti megang tanah penuh kerikil, sekarang perlahan kayak megang pantat bayi. Ini serius. 

Foto keempat wajah sudah mulai purging.
Foto kelima purging semakin menjadi, aku pengen menyerah sumpah.
20 Januari 2018 adalah puncak purging yang sangat-sangat menjijikkan dan bikin down semangat, Jujur aku pengen berhenti tiap liat muka di cermin karna purging yang ga habis-habis. Tapi kalau mau berhenti rasanya sayang banget, karna udah sejauh ini jalannya.  Tapi lagi-lagi aku nguatin diri sendiri dengan menonton review orang-orang soal retinoic acid di youtube dan itu sangat-sangat menolong untuk buatku semangat lagi. 

Foto keenam muka mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan
Ini muka baru bangun tidur, bare face banget. Setelah sebulan menggunakan retinoid acid, aku notice kalau skin tone ku sedikit naik. Tekstur wajah juga halusan, PIH acne pun dari hitam ke coklat sekarang merah. Purgingnya ya tetap masih jalan, tapi aku udah terbiasa haha. Muka ku ga kering banget karna bantuan si Hadalabo Perfect 3D Gel yang isinya Hyaluronic Acid yang diklaim bisa ngunci air dan kelembapan kulit.

Aku bakal bikin 'how to use retinoid acid safely' di post tersendiri ya nanti. 

Foto ketujuh looks better than before
Setelah hampir 2 bulan menggunakan rangkaian retinoid acid, bisa liat kan perbedaannya? Dibandingakan foto tanggal 3 Januari 2018, ditanggal 28 Februari 2018 my skin looks better. Aku masih tetep sabar makai ini, jerawat gak sepenuhnya pergi kok. Disini masih purging. Tapi lagi-lagi aku suka sama tekstur kulitku, halusan dan bekas jerawat perlahan pudar.

Foto kedelapan setelah 3 bulan penggunaan retinoid acid.

YASSS!

Ini penampakan muka ku setelah pakai retinoid acid 0,05% keseluruh muka setiap malam selama 3 bulan terakhir. Aku gak kombinasi dengan obat jerawat lain, walaupun pertama aku sempat kombinasikan dengan Benzolac-Cl. Namun karna aku gak tahan dengan rasa perih yang ditimbulkan oleh Benzolac, aku stop setelah sebulan pemakaian. Bisa dilihatkan betapa banyaknya perubahan yang dibuat oleh retinoid acid dimuka aku? 

Aku bakal tetep pakai retinoid acid sampai 6 bulan. Karna penggunaan retinoid acid memang bakal menunjukkan hasil maksimal di bulan ke-6.

Buat kamu yang sekarang lagi bermasalah dengan jerawat dan udah putus asa, jangan kuatir. Jerawat ada obatnya kok. Yang dibutuhkan untuk menyembuhkannya adalah komitmen dan kesabaran. 

Aku bakal ulas Retinoid Acid secara lengkap di postingan tersendiri ya. Stay tune dan semangat ladies!

You Might Also Like

0 comments

"...ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk"
--Efesus 3:5b

NEWSLETTER

Subscribe